Tiba di Tanah Air Dini Hari, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan

Date:

Jakarta, Indoweek.id— Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja resmi kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan.

Prabowo beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Kamis (2/4), dini hari.

Kedatangan Prabowo di Tanah Air disambut langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Prabowo beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Kamis (2/4), dini hari.
Prabowo beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Kamis (2/4), dini hari.

Selama berada di Jepang, Prabowo melaksanakan sejumlah agenda penting, di antaranya pertemuan dengan Kaisar Jepang serta pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, kedua negara membahas penguatan kemitraan strategis dan peningkatan kerja sama di berbagai sektor prioritas, termasuk investasi, energi, dan ekonomi digital.

Selain itu, Prabowo juga menghadiri forum bisnis Indonesia–Jepang yang mempertemukan pemerintah Indonesia dengan para pelaku industri dan investor Jepang.

Di sini, Prabowo juga menyaksikan sejumlah komitmen bisnis yang nilainya USD 23,63 miliar atau mencapai Rp 401,7 triliun.

Selanjutnya, di Korea Selatan, Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Prabowo juga menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang dan berorientasi jangka panjang, mencakup sektor-sektor prioritas seperti ekonomi, digital, energi, hingga industri masa depan. Adapun total komitmen bisnis tersebut mencapai USD 10,2 miliar atau setara Rp 174 triliun.

“Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kamis (2/4).

Selanjutnya, pemerintah akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk semakin memperkuat hubungan bilateral serta mendorong peningkatan kerja sama strategis di berbagai bidang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Pemprov Bengkulu Pacu Proyek Investasi Global lewat BLINC 3.0

BENGKULU, INDOWEEK.ID — Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi memulai Capacity...

Pemerintah Rampingkan Aturan dan Siapkan Banyak Insentif, Masyarakat Miskin Makin Mudah Punya Rumah

JAKARTA, INDOWEEK.ID- Pemerintah terus melakukan berbagai perbaikan dan percepatan...

Krisis Iklim dan Minim Pengawasan Trawl Ancam Kesejahteraan Nelayan Bengkulu

BENGKULU, INDOWEEK.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, nelayan tradisional...

Pingpong di Meja Istana

SETIAP tanggal 1 Mei, janji itu selalu bergema dari...