Klaim Kemenangan Atas AS, Iran Paksa Washington Terima 10 Syarat Damai di Islamabad

Date:

JAKARTA, INDOWEEK.ID — Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, secara mengejutkan mengklaim kemenangan negaranya setelah terlibat konflik bersenjata selama 40 hari melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Boroujerdi menegaskan bahwa posisi tawar Iran yang menguat telah memaksa Washington untuk menerima 10 poin kerangka gencatan senjata yang diajukan Teheran.

Kerangka tuntutan tersebut kini menjadi landasan utama dalam negosiasi damai yang dimediasi oleh Pakistan di Islamabad. Menurut Boroujerdi, persetujuan AS terhadap syarat-syarat tersebut merupakan bukti kegagalan strategi “perang kilat” musuh yang awalnya menargetkan stabilitas tertinggi negara Iran.

“Iran berhasil memaksakan supaya Amerika menerima 10 persyaratan yang diminta. Ini menunjukkan kepada dunia bahwa AS, dengan terpaksa, menerima syarat-syarat tersebut demi mengakhiri ketegangan,” ujar Boroujerdi dalam agenda di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan sambutannya dalam agenda peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (ANTARAFOTO/Nabil Ihsan)
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan sambutannya dalam agenda peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). (ANTARAFOTO/Nabil Ihsan)

Lumpuhkan Pertahanan Musuh

Boroujerdi memaparkan bahwa hingga hari ke-40 konflik, kekuatan militer Iran terbukti mampu mengimbangi dan memukul balik serangan koalisi. Serangan balasan Iran dilaporkan telah menghancurkan 17 pangkalan militer AS-Israel serta melumpuhkan sistem pertahanan mereka hingga menjangkau pusat-pusat kota di Israel.

“Syukur kepada Allah Swt, karena pada hari ini, Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya,” tegas sang Duta Besar.

10 Poin Krusial Negosiasi

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengonfirmasi bahwa pihak Amerika Serikat telah menerima kerangka kerja sepuluh poin tersebut. Beberapa poin paling krusial dalam negosiasi di Islamabad meliputi:

  • Pengakuan hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium.
  • Pencabutan seluruh sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat.
  • Penarikan total pasukan militer AS dari kawasan Timur Tengah.
  • Penghentian permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon.
  • Larangan penggunaan gencatan senjata sebagai celah mempersenjatai diri kembali.

Meski mengeklaim kemenangan secara militer, Iran menegaskan tetap membuka pintu jalur politik sebagai iktikad baik untuk mengakhiri eskalasi. Namun, Teheran memberikan catatan tegas bahwa negosiasi tidak boleh dijadikan dalih untuk melakukan agresi baru di masa depan.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Krisis Iklim dan Minim Pengawasan Trawl Ancam Kesejahteraan Nelayan Bengkulu

BENGKULU, INDOWEEK.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, nelayan tradisional...

Pingpong di Meja Istana

SETIAP tanggal 1 Mei, janji itu selalu bergema dari...

PT. Industri Padi Nusantara Menggandeng Universitas Hasanudin Dalam Riset dan Pengembangan Bibit Padi Unggul

JAKARTA, INDOWEEK.ID-  PT. Industri Padi Nusantara (IPN) menandatangani perjanjian...

Atletico Madrid Singkirkan Barcelona, Akun Resmi ‘Los Colchoneros’ Ejek Lamine Yamal Lewat Meme Viral

MADRID, INDOWEEK.ID – Atletico Madrid memastikan diri melaju ke...