MANCHESTER, INDOWEEK.ID – Stadion Etihad menjadi saksi kehancuran pertahanan Liverpool pada Sabtu (4/4/2026). Dalam laga perempat final FA Cup yang sangat dinantikan, Manchester City melumat rival bebuyutannya dengan skor telak 4-0.
Erling Haaland menjadi bintang utama dengan torehan trigol (hat-trick) yang melumpuhkan perlawanan pasukan Merseyside sejak babak pertama.
Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan City ke semifinal di Stadion Wembley, tetapi juga memberikan pesan psikologis yang kuat bagi peta persaingan sepak bola Inggris di penghujung musim.
Dominasi Tak Terbendung
Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester City langsung memegang kendali permainan. Strategi menekan tinggi yang diterapkan manajer City membuat lini tengah Liverpool sulit bernapas.

Haaland membuka keran gol pada menit ke-12 setelah memanfaatkan umpan terukur dari Kevin De Bruyne.
Penyerang asal Norwegia itu kembali
mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-38 dan melengkapi trigolnya di awal babak kedua melalui skema serangan balik cepat. Gol keempat City disumbangkan oleh Phil Foden, menutup malam kelabu bagi tim tamu.
Keretakan di Lini Belakang Liverpool
Bagi Liverpool, kekalahan ini merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah pertemuan mereka dengan City di kompetisi piala. Absennya beberapa pilar di lini belakang tampak sangat berpengaruh.
Koordinasi yang buruk antara bek tengah dan penjaga gawang memberikan ruang luas bagi Haaland untuk mengeksploitasi setiap celah.
Manajer Liverpool dalam konferensi pers seusai laga mengakui bahwa timnya kehilangan identitas permainan.
“Kami gagal memenangi duel-duel kunci. Melawan tim seperti City, kesalahan sekecil apa pun akan dibayar mahal,” ujarnya dengan nada kecewa.
Catatan Sejarah Haaland
Dengan tiga gol ini, Erling Haaland terus memecahkan rekor demi rekor. Ia kini menjadi pemain tercepat yang mencapai jumlah gol tertentu di kompetisi FA Cup dalam satu musim. Ketajamannya seolah membungkam keraguan publik mengenai konsistensinya di laga-laga besar.
Manchester City kini menunggu hasil undian semifinal, namun dengan performa seperti ini, tim asuhan Pep Guardiola jelas menjadi favorit utama untuk mengangkat trofi tertua di dunia tersebut. (REUTERS)

