BENGKULU, INDOWEEK.ID — Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi memulai Capacity Building BLINC 3.0 (Bencoolen Investment Challenge) Tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar mampu menjangkau pasar global sekaligus mengejar target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Kick-off kegiatan yang bertajuk “Penguatan Kesiapan Proyek Investasi Daerah untuk Menjangkau Peluang Investasi Global” ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (15/4/2026).
Investasi sebagai Solusi Keterbatasan Fiskal
Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa investasi merupakan mesin pertumbuhan yang paling efektif untuk menekan angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja. Mengingat keterbatasan fiskal daerah, keterlibatan sektor swasta dan investor asing menjadi keharusan.
“Peningkatan investasi adalah langkah strategis kita. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 harus didukung oleh penguatan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah agar proyek yang kita tawarkan memiliki daya saing tinggi,” ujar Herwan di hadapan seluruh Sekda Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu.
Mengubah Potensi Menjadi Proyek “Siap Jual”

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menggarisbawahi bahwa Bengkulu memiliki kekayaan alam yang melimpah di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, hingga kawasan pesisir. Namun, potensi saja tidak cukup untuk menarik minat pemodal internasional.
Wahyu menjelaskan bahwa tantangan utama daerah saat ini adalah kemampuan mengemas potensi tersebut menjadi proposal investasi yang matang atau Ready to Offer.
“Potensi Bengkulu sangat besar. Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana kita mengemas potensi tersebut menjadi proyek investasi yang terstruktur dan siap ditawarkan, sehingga dapat menjangkau peluang investasi global di tengah dinamika geopolitik saat ini,” jelas Wahyu.

Sinergi Kabupaten dan Kota
Melalui program BLINC 3.0, pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota akan dibekali kemampuan teknis dalam menyusun dokumen kesiapan proyek. Hal ini mencakup analisis kepastian hukum, kelayakan ekonomi, hingga dampak sosial lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu, Yuliswani, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal. Dengan adanya sinkronisasi antara pemetaan potensi di daerah dan strategi pemasaran dari tingkat provinsi, Bengkulu optimistis dapat menjadi destinasi investasi baru yang diperhitungkan di kancah global.

