INDOWEEK, JAKARTA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera per 24 Desember 2025. Tercatat, korban meninggal dunia menembus angka 1.129 jiwa, sementara 174 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Genap satu bulan pascabencana yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Data BNPB menunjukkan sebanyak 496.293 warga terpaksa masih bertahan di pengungsian hingga hari ini, Kamis (25/12).
Transisi Status Darurat Terkait penanganan wilayah, BNPB menyebutkan bahwa 12 kabupaten dan kota telah menurunkan status dari tanggap darurat menjadi transisi darurat pemulihan.
Namun, mengingat besarnya skala kerusakan dan jumlah korban yang belum ditemukan, beberapa daerah terdampak paling parah memutuskan memperpanjang status tanggap darurat hingga 28—30 Desember 2025. Perpanjangan ini dilakukan demi memaksimalkan operasi pencarian dan distribusi logistik ke wilayah terisolir.
Ancaman “Kelelahan Mental” Selain krisis fisik, ancaman kesehatan mental kini membayangi ratusan ribu pengungsi. Hidup sebulan di tenda darurat dengan ketidakpastian nasib rumah dan ekonomi mulai memicu “kelelahan mental” (mental fatigue) di kalangan penyintas.
Salah satu warga Alur Jambu, Aceh Tamiang, mengungkapkan betapa beratnya beban psikologis yang dirasakan. “Kalau ramai-ramai begini senang, tapi kalau sendiri, habis salat, merenung, rasanya mau stres,” ungkapnya.
Intervensi Pemerintah Merespons hal ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pemerintah kini mengintervensi dengan menerjunkan tim trauma healing. Fokus utamanya adalah kelompok rentan yakni perempuan dan anak-anak.
“Program pemulihan trauma dilakukan intensif di posko-posko pengungsian untuk menyelamatkan kondisi mental keluarga terdampak,” ujar Arifah.
Langkah ini didukung oleh ribuan relawan swadaya masyarakat yang bahu-membahu menguatkan para korban agar mampu bangkit menata kehidupan kembali pascabencana nasional ini. ***

