INDOWEEK, JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, bereaksi keras atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang meluluhlantakkan empat wilayah di Sumatera Utara.
Melihat besarnya dampak kerusakan dan korban jiwa, Puan mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk membuang ego sektoral dan memprioritaskan keselamatan rakyat.
Berdasarkan laporan yang diterima, bencana yang dipicu cuaca ekstrem sejak awal pekan ini telah merenggut sedikitnya 13 nyawa yang tersebar di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah. Belum lagi kerusakan infrastruktur vital di Tapanuli Utara.
“DPR RI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam. Kita harap proses evakuasi tim SAR berjalan lancar. Hindari ego sektoral, pastikan keselamatan masyarakat yang paling utama,” tegas Puan dalam keterangan persnya, Rabu (26/11/2025).
Logistik dan “Trauma Healing” Jadi Prioritas
Puan mengingatkan bahwa tanggung jawab negara tidak berhenti pada evakuasi jenazah. Ia meminta jaminan ketersediaan logistik di pengungsian serta layanan pemulihan trauma (trauma healing), mengingat banyak warga yang kehilangan anggota keluarga secara mendadak.
“Setiap kebutuhan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian. Bencana tidak pernah mudah dilalui, apalagi bagi mereka yang kehilangan,” ujarnya.
Janji Kawal Pemulihan Infrastruktur
Sorotan tajam juga diarahkan Puan pada dampak ekonomi akibat putusnya akses jalan dan jembatan. Menurutnya, kerusakan infrastruktur di Sumut telah mematikan nadi ekonomi petani dan pelaku UMKM.
Oleh karena itu, ia mendorong percepatan rekonstruksi dengan prinsip build back better (membangun kembali dengan lebih baik) agar bangunan lebih tahan bencana di masa depan.
“Sekali jalan terputus, petani dan UMKM tak bisa angkut hasil. DPR akan mengawal setiap meter jalan, setiap anak kembali ke sekolah, dan setiap petani bisa angkut lagi hasil panen,” janji Puan.
Ia memastikan DPR akan terus mengawasi realisasi pemulihan hingga tidak ada satupun warga terdampak yang merasa ditinggalkan oleh negara. ***

