Banggar DPR Tolak Usul JK Naikkan Harga BBM: APBN Kita Masih Sehat dan Tangguh!

Date:

JAKARTA, INDOWEEK.ID – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, secara tegas menepis usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang mendorong pemerintah untuk menaikkan harga BBM guna menekan defisit anggaran.

Wihadi memastikan bahwa fondasi fiskal Indonesia per Maret 2026 dalam kondisi yang sangat solid. Menurutnya, APBN saat ini tidak hanya berfungsi sebagai catatan penerimaan dan belanja, tetapi berperan krusial sebagai instrumen stabilitas nasional.

“Fundamental ekonomi kita tetap terjaga dengan inflasi terkendali di level 3,48% dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39%. Dalam kondisi ini, APBN sangat mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global agar tidak langsung membebani masyarakat,” ujar Wihadi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/10/2026).

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto,
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto,

Kinerja Fiskal yang Ekspansif

Secara rinci, Wihadi memaparkan data-data yang menunjukkan bahwa kekhawatiran JK akan pembengkakan utang tidak berdasar pada kondisi lapangan:

Pendapatan Negara: Mencapai Rp574,9 triliun hingga Maret 2026 (tumbuh 10,5% yoy).

PMI Manufaktur: Masih berada di zona ekspansif.

Defisit Anggaran: Dipastikan tetap terjaga di bawah ambang batas 3% meskipun ada penambahan subsidi.

Wihadi mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan refocusing anggaran melalui efisiensi belanja non-prioritas. Langkah ini diambil secara strategis untuk menghindari “efek domino” kenaikan harga energi yang bisa memicu pelemahan daya beli masyarakat.

Sentilan untuk Jusuf Kalla

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini meminta semua pihak, terutama Jusuf Kalla, untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah. Ia menilai usulan JK justru bisa menjerumuskan pemerintah ke situasi yang lebih berat.

“Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM justru menjaga daya beli dan potensi penerimaan negara. Saya kira sebelum melihat struktur APBN lebih mendalam, lebih baik Pak JK tidak berkomentar dulu,” pungkasnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Sepuluh Pekerja Migran Asal Bengkulu Raih Peluang Kerja di Sektor Perhotelan Jepang

BENGKULU, INDOWEEK.ID– Penyerapan tenaga kerja terampil asal Indonesia di...

Polemik Royalti Rp 25 Juta, Ikke Nurjanah Tagih Transparansi LMKN

DEPOK, INDOWEEK.ID– Ketua Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI), Ikke...

Momen Seru Fuji Ajak Gala Sky ke Kebun Binatang, Asyik Beri Makan Kapibara hingga Kuda Nil

JAKARTA,INDOWEEK.ID – Selebritas internet Fujianti Utami Putri atau yang...

Harga TBS Sawit Bengkulu Rp 3.463 Per Kg, Wagub Mian: Masih Tertinggal dari Riau

BENGKULU, INDOWEEK.ID – Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyoroti harga...