INDOWEEK, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyuarakan keprihatinan mendalam atas insiden kericuhan yang melibatkan konvoi warga pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan aparat keamanan di Aceh Utara. Ia menilai peristiwa tersebut sangat ironis karena terjadi di tengah bencana banjir yang melanda kawasan tersebut.
Dave menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak membiarkan gesekan di lapangan memperburuk keadaan. Menurutnya, kondisi bencana seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, bukan memicu ketegangan baru.
“Saya menghimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai dan sesuai aturan. Di sisi lain, saya juga mengajak aparat keamanan tetap mengedepankan sikap profesional dan humanis dalam menjalankan tugas,” tegas Dave di Jakarta, Jumat.
Aspirasi Jangan Kaburkan Misi Kemanusiaan
Politisi Golkar ini memahami bahwa di balik aksi tersebut, terdapat niat baik masyarakat untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir sekaligus menuntut perhatian lebih dari pemerintah pusat. Namun, ia menekankan agar ekspresi politik tidak mengorbankan misi utama penyelamatan warga.
“Jangan sampai perbedaan ekspresi di lapangan mengaburkan tujuan utama kita, yaitu memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan,” ujarnya.
Dave mengingatkan bahwa komunikasi yang buruk dan provokasi hanya akan menghambat penanganan bencana yang saat ini menjadi prioritas mendesak.
Perkuat Koordinasi Pusat dan Daerah
Berkaca dari insiden ini, Dave meminta adanya evaluasi dalam pola komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi yang solid dinilai krusial agar aspirasi masyarakat Aceh dapat tersalurkan tanpa harus melalui mekanisme yang berpotensi memicu konflik.
“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk menjaga persatuan, mengedepankan kemanusiaan, dan memperkuat kepercayaan antara masyarakat dan aparat,” pungkas Dave.
Ia optimistis, dengan menepikan ego sektoral dan perbedaan pandangan politik sejenak, bangsa Indonesia mampu melewati masa sulit ini dengan damai. ***

