INDOWEEK, JAKARTA. Mengajarkan pengelolaan keuangan pada anak di era serba cashless menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Menjawab kebutuhan ini, Bank Raya (AGRO) meluncurkan fitur terbaru bertajuk “Uang Saku”, sebuah solusi perbankan digital yang memungkinkan orang tua memantau sekaligus mengedukasi anak tentang finansial sejak dini.
Fitur ini dirancang khusus untuk anak usia 10 hingga 16 tahun. Melalui ekosistem Aplikasi Raya, orang tua kini memiliki kendali penuh untuk mengajarkan anak menabung dan bertransaksi secara aman.
Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra, menyebut fitur ini sebagai jembatan bagi orang tua dalam membangun fondasi kemandirian finansial anak.
“Tantangan bagi orang tua saat ini adalah bagaimana mengedukasi anak untuk dapat mengelola keuangan dengan bijak. Dengan fitur Uang Saku, transparansi pengelolaan keuangan anak menjadi lebih mudah, sehingga tujuan finansial keluarga dapat tercapai,” ujar Kicky di Jakarta, Kamis (19/12/2025).
Kontrol Penuh di Tangan Orang Tua
Mekanisme fitur “Uang Saku” dibuat praktis namun tetap mengedepankan keamanan. Rekening dibuat oleh orang tua yang terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK) dan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Proses verifikasi dilakukan secara digital melalui foto selfie dan panggilan video (video call).
Keunggulan utamanya terletak pada fitur monitoring. Orang tua dapat membuat hingga lima ‘saku’ (pos anggaran) berbeda untuk anak. Selain itu, orang tua memiliki otoritas penuh untuk menambah saldo (top-up), memantau riwayat transaksi, hingga membekukan (menonaktifkan) saku jika dirasa perlu.
“Kami berharap fitur ini mendorong kesadaran finansial bagi orang tua untuk memahami pola transaksi anak, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana,” tambah Kicky.
Kinerja Positif Bank Raya
Peluncuran fitur ini sejalan dengan tren pertumbuhan positif Bank Raya. Hingga September 2025, bank digital bagian dari BRI Group ini mencatatkan jumlah pengguna Aplikasi Raya mencapai lebih dari 1,6 juta nasabah.
Aktivitas transaksi juga menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 45,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,8 juta transaksi. Dari sisi penghimpunan dana, digital saving Bank Raya tercatat menembus Rp1,75 triliun, atau tumbuh 61,4% (yoy).
“Ke depan, kami berharap berbagai inovasi produk digital di Bank Raya dapat semakin disambut baik dan berdampak positif terhadap peningkatan inklusi keuangan di Indonesia,” tutup Kicky. ***

