INDOWEEK, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi keras kepada seluruh jajaran penegak hukum dan kementerian terkait untuk menindak tegas praktik penguasaan kawasan hutan secara ilegal. Dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12), Kepala Negara menegaskan tidak ada ruang bagi kompromi, lobi-lobi, maupun bekingan dalam upaya memulihkan hak negara.
“Saya perintahkan dengan tegas. Jangan ragu, jangan pandang bulu, jangan mau dilobi. Kita berada di jalan yang benar dan jalan yang mulia, membela kepentingan jutaan rakyat Indonesia,” tegas Prabowo dengan nada tinggi.
Pernyataan ini menjadi sinyal dimulainya babak baru penegakan hukum sektor kehutanan yang lebih agresif di bawah pemerintahan Prabowo. Langkah serius ini ditandai dengan pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melalui Perpres No 5 Tahun 2025 yang disahkan Januari lalu.
Negara Ambil Alih 4 Juta Hektare

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers terkait penertiban kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12).
Ketegasan tersebut bukan sekadar retorika. Presiden mengumumkan bahwa Satgas PKH—yang terdiri dari unsur gabungan TNI, Polri, Kejaksaan, BPKP, hingga lintas kementerian—telah berhasil menunjukkan taringnya.
Dalam waktu relatif singkat, Satgas berhasil menguasai kembali lahan negara seluas 4,08 juta hektare yang selama ini diduduki secara ilegal oleh korporasi maupun pihak tak bertanggung jawab.
Prabowo menyebut para pelaku perambahan ini sebagai pihak yang menganut “paham keserakahan”. Mereka dinilai telah lama melecehkan wibawa negara dengan asumsi bahwa hukum dan pejabat bisa dibeli.
“Mereka menganggap pejabat di setiap eselon bisa dibeli dan disogok. Ini harus kita hentikan,” ujarnya.
Lawan Intimidasi Mafia
Presiden menyadari bahwa perintahnya ini menghadapi resistensi kuat di lapangan. Ia mengakui adanya laporan mengenai upaya penghasutan rakyat hingga pengerahan preman bayaran untuk menghalangi kerja petugas verifikasi di hutan.
Namun, mantan Danjen Kopassus itu meminta Satgas PKH untuk tidak gentar sedikit pun menghadapi tekanan tersebut.
“Jangan gentar, jangan surut semangat. Teruskan perjuangan ini,” perintah Prabowo.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota Satgas yang bekerja dalam senyap, jauh dari sorotan kamera media, namun berhasil menyelamatkan aset bangsa yang nilainya sangat fantastis. ***

