INDOWEEK, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah untuk membenahi tata kelola keuangan dan mengakselerasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini ditekankan Tito mengingat tahun anggaran 2025 tinggal menghitung hari menuju penutupan.
Hingga 30 November 2025, Kementerian Dalam Negeri mencatat realisasi belanja daerah baru mencapai Rp1.082 triliun atau 75,43 persen. Angka ini masih perlu digenjot untuk menyamai atau melampaui capaian tahun 2024, di mana realisasi belanja berhasil tembus 91,72 persen.
Sementara itu, dari sisi pendapatan, daerah telah mengumpulkan Rp1.200 triliun atau 88,35 persen dari target.
“Mudah-mudahan di akhir Desember nanti angkanya lebih baik lagi dan lebih tinggi,” ujar Tito saat memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 secara virtual dari Jakarta, Jumat.
Belanja Pemda Kunci Ekonomi Bergerak
Tito mengingatkan bahwa serapan anggaran bukan sekadar angka di atas kertas. Belanja pemerintah daerah adalah stimulus vital bagi sektor swasta dan konsumsi masyarakat.
“Belanja pemerintah daerah yang tinggi akan meningkatkan peredaran uang di masyarakat, sehingga mendorong daya beli dan konsumsi rumah tangga,” tegasnya.
Mantan Kapolri ini menekankan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Jika Pemda menahan belanja, maka perputaran ekonomi di daerah akan melambat.
Daftar Daerah “Juara” Serapan Anggaran
Dalam kesempatan tersebut, Tito memberikan apresiasi khusus kepada daerah yang berhasil mencatatkan realisasi pendapatan tertinggi hingga 30 November 2025.
Bali, Kalimantan Selatan, dan DI Yogyakarta memimpin di tingkat provinsi. Sementara untuk tingkat kabupaten, kinerja terbaik ditunjukkan oleh Sumbawa Barat dan Tanah Laut. Di tingkat kota, Banjarbaru dan Banjarmasin menduduki posisi teratas.
Tito berharap daerah-daerah dengan serapan rendah segera melakukan langkah perbaikan ekstrem di sisa waktu tahun ini agar dana yang mengendap dapat segera dirasakan manfaatnya oleh rakyat.***

