KEPAHIANG – Komitmen PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu dalam menjaga kelestarian alam tidak berhenti di aliran sungai. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pengelola PLTA Musi ini resmi memperluas jangkauannya dengan menyokong penuh Taman Konservasi Puspa Langka di Kabupaten Kepahiang.
Langkah ini menjadi oase bagi pelestarian flora endemik kebanggaan Bumi Raflesia. Bantuan yang diserahkan langsung kepada Lembaga Peduli Puspa Langka dan Lingkungan (LPPL) ini fokus pada penguatan infrastruktur vital yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan laboratorium alam tersebut.
Membangun “Rumah” Bagi Sang Raksasa
Bukan sekadar bantuan seremonial, dukungan kali ini menyentuh aspek fungsional. Perbaikan dilakukan mulai dari akses jalan tapak, jembatan menuju rumah pembibitan, hingga fasilitas dasar seperti toilet dan papan informasi kawasan.
Bagi Holidin, Ketua LPPL sekaligus sang penjaga puspa langka, bantuan ini adalah suntikan energi baru. “Dengan perbaikan fasilitas dan dukungan administrasi ini, kami optimistis pengelolaan taman akan semakin baik, terutama dalam kenyamanan pengunjung dan kelancaran pembibitan,” ujarnya.
Tak hanya fisik, PLN IP juga memberikan dukungan digital berupa perangkat laptop dan printer untuk modernisasi administrasi data penelitian tanaman Rafflesia arnoldii dan Amorphophallus (bunga bangkai).
Sinergi Energi dan Konservasi
Manager UBP Bengkulu, Ariful Bahri, menegaskan bahwa menjaga keanekaragaman hayati adalah bagian tak terpisahkan dari operasional perusahaan.
“Program ‘TJSL Peduli Puspa Langka’ adalah wujud nyata bahwa keberadaan PLTA Musi harus memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi sistem kelistrikan maupun bagi identitas alam Bengkulu,” tegas Ariful.
Upaya ini melengkapi ekosistem konservasi PLTA Musi. Jika sebelumnya fokus pada catchment area (daerah tangkapan air) seluas 58.000 hektar, kini mereka juga berdiri sebagai pelindung bagi tanaman-tanaman langka yang menjadi simbol keajaiban botani dunia di hulu Sungai Musi. (*)

